Khamis, 11 Disember 2014

STRATEGI PEMASARAN YANG DIGERAKKAN OLEH PELANGGAN

Saat ini sebagian besar perusahaan telah menjauhi pemasaran massal dan menuju pemasaran sasaran. Hal ini di sebabkan karena perusahaaan menyadari bahwa mereka tidak dapat memenuhi keinginan semua pembeli dengan cara yang sama. Strategi pemasaran yang digerakkan pelanggan dimulai dengan memilih pelanggan mana yang akan dilayani dan memutuskan proposisi nilai yang dapat melayani pelanggan sasaran dengan sangat baik. Strategi ini terdiri dari empat langkah, yaitu:




*      Segmentasi Geografis, yaitu membagi pasar menjadi unit geografis yang berbeda seperti negara bagian,wilayah,lingkungan dan sebagainya.
*      Segmentasi Demografis, membagi pasar berdasarkan kelompok variabel usia,jenis kelamin,pendapatan,pekerjaan,pendidikan dan sebagainya.
*      Segmentasi Psikografis, membagi pasar menjdi kelompok berbeda berdasarkan kelas sosial,gaya hidup,kepribadian dan karakteristik.
*      Segmentasi perilaku, membagi kelompok berdasarkan pengetahuan,sikap,penggunaan, atau respon konsumen terhadap suatu produk

PENETAPAN TARGET PASAR

a.      Mengevaluasi segmen pasar
Dalam mengevaluasi segmen pasar  yang berbeda, perusahaan harus melihat tiga faktor : ukuran dan pertumbuhan segmen, daya tari struktural segmen, dan tujuan serta sumber daya perusahaan.
b.      Memilih segmen pasar sasaran
      Pasar sasaran ( target market ) terdiri dari sejumlah pembeli yang berbagi kebutuhan dan karakteristik sama yang akan dilayani perusahaan. Perusahaan dapat menetapkan target yang sangat luas ( pemasaran tanpa diferensiasi ), sangat sempit (pemasaran mikro), atau diantaranya (pemasaran diferensiasi atau terkonsentrasi).
c.       Memilih strategi penetapan sasaran
      Perusahaan harus mempertimbangkan banyak faktor ketika memilih strategi penetapan sasaran pasar. Strategi mna yang paling baik tergantung pada sumber day
a perusahaan. Jika sumbe daya perusahaan terbatas, pemasaran terkonsentrasi adalah yang paling masuk akal. Strategi terbaik juga bergantung pada tingkat variabilitas produk.
d.      Pemasaran sasaran yang berwawasan sosial
      Penetapan sasaran yang cerdik membantu perusahaan lebih efisien dan efektif dengan memfokuskan diri pada segmen yang dapat mereka puaskan dengan sangat baik dan paling menguntungkan.penetapan sasaran juga menguntungkan konsumen-perusahaan meraih kelompok konsumen tertentu dengan penawaran yang dihantarkan secara cermat untuk memuaskan kebutuhan mereka..

DIFERENSIASI DAN POSITIONING

Posisi produk yaitu cara produk didefinisikan oleh konsumen berdasarkan atribut penting-tempat di mana produk dibandingkan dalam pikiran konsumen dibandingkan produk pesaing.
Selain memutuskan segmen pasar mana yang akan menjadi sasarannya, perusahaan harus memutuskan proposisi nilai-bagaimana perusahaan akan menciptakannilai terdiferensiasi untuk segmen sasaran dan posisi apa yang ingin diduduki perusahaan oleh segmen itu. Konsumen dibebani dengan informasi tentang produk dan jasa. Mereka tidak dapat mengevaluasi ulang produk setiap saat mereka membuat keputusan pembelian. Untuk menyederhanakan proses pembelian, konsumen mengatur produk, jasa,dan perusahaan menjadi beberapsa kategori dan “memposisikan” produk itu dalam pikiran mereka, dan adapun ini beberapa  Langkah yang dilakukan perusahaan adalah:
*      Membuat peta positioning
*      Memilih Strategi diferensiasi dan positioning
*      Mengidentifikasi perbedaan nilai yang mungkin dan keunggulan kompetiif
*      Memilih keunggulan kompetitif yang tepat
*      Memilih keseluruhan strategi positioning
*      Mengembangkan pernyataan positioning, yaitu pernyataan yang merangkum positioning perusahaan atau merek. Pernyataan ini berebentuk kepada ( segmen dan kebutuhan sasaran ) (merek) kami adalah (konsep) yang (menunjukkan perbedaan ).
*      Mengomunikasikan dan menghantarkan posisi terpilih.
Sumber : Kotler,Philip & Armstrong. 2014. Principles of Marketing. Ed. 15. Amerika : Pearson.

Khamis, 30 Oktober 2014

Principle of Marketing kotler,Philip dan Gary Amstrong : chapter 3

Analyzing The Marketing Environment

Lingkungan pemasaran terdiri dari aktor dan kekuatan luar pemasaran yang mempengaruhi kemampuan manajemen pemasaran untuk membangun dan memelihara hubungan yang sukses dengan pelanggan. Lingkungan pemasaran terdiri dari lingkungan mikro dan lingkungan makro :

1. Lingkungan mikro

 Lingkungan mikro biasanya terdiri dari pelaku yang dekat dengan perusahaan yang mempengaruhi kemampuannya untuk melayani pelanggan. Beberapa lingkungan yang dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melayani pelanggan antara lain :

C perusahaan
 manajer pemasaran  harus bekerja keras untuk "memikirkan konsumen". mereka harus bekerja secara harmonis untuk menghantarkan sebuah nilai dan kepuasan yang unggul bagi konsumennya.

C pemasok
 merupakan yang menyediakan sumber daya bagi perusahaan dan mempunyai pengaruh terhadap persediaan dalam perusahaan.

C perantara pemasaran
Yaitu seseorang  yang akan membantu perusahaan dalam menjual, mempromosikan, dan mendistribusikan produknya ke pembeli akhir.

C pesaing
sebuah perusahaan harus menciptakan nilai dan kepuasaan yang lebih unggul dari saingannya.

C masyarakat
 kelompok yang mempunyai potensi dalam kepentingan nyata yang berpengaruh pada kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan

C pelanngan, individu, kelompok,atau organisasi yang mengkonsumsi suatu produk.

2.lingkungan makro

Lingkungan makro terdiri dari kekuatan sosial yang lebih besar yang mempengaruhi lingkungan mikro—kekuatan demografi, ekonomi, alam, teknologi, politik, dan budaya.

C Lingkungan demografis
Demografi adalah ilmu studi kependudukan manusia menyangkut ukuran, kepadatan, lokasi, usia, jenis kelamin, ras, lapangan kerja, dan data statistik lain.

C Lingkungan ekonomi
Lingkungan ekonomi terdiri dari faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli dan pola pengeluaran konsumen.

C Lingkungan alam
Lingkungan alam meliputi sumber daya alam yang  diperlukan sebagai masukan bagi pemasar atau sumber daya alam yang dipengaruhi oleh kegiatan pemasaran.

C Lingkungan teknologi
Lingkungan teknologi mungkin adalah kekuatan paling dramatis yang membentuk nasib kita saat ini. Kekuatan yang mencipatakan teknologi baru, menciptakan produk, dan menciptakan peluang pasar yang baru.

C Lingkungan Politik
adalah hal yang berhubungan dengan hukum, badan pemerintahan, dan kelompok LSM yang mempengaruhi dan membatasi berbagai organisasi dan individu dalam masyarakat tertentu. Misalnya ada :
a.  UU yang mengatur bisnis
b. Tekanan yang meningkat pada etika dan tindakan tanggung jawab sosial.
c. Perilaku rensponsible sosial
d. Penyebab yang berhubungan dengan pemasaran

C Lingkungan Budaya
 yaitu lembaga dan kekuatan lain yang mempengaruhi nilai dasar, persepsi, selera, dan perilaku masyarakat. Msialnya :
a. Bertahannya nilai-nilai budaya
b. pergeseran nilai-nilai budaya sekunder

  Menanggapi Lingkungan Pemasaran 
Perusahaan dapat secara pasif menerima lingkungan pemasaran sebagai elemen yang tidak dapat dikendalikan dimana mereka harus beradaptasi, menghindari ancaman dan memanfaatkan peluang yang ada. Atau mereka dapat mengambil tindakan proaktif., bekerja unutk mengubah lingkungan dan tidak hanya bereaksi terhadapnya.

seseorang pernah mengamati, "ada tiga jenis perusahaan: mereka yang membuat sesuatu terjadi, mereka yang menonton sesuatu terjadi, dan mereka yang bertanya-tanyaapa yang terjadi". Banyak perusahaan melihat lingkungan pemasaran sebagai elemen tak terkendali yang mereka harus bereaksi dan beradaptasi.
Dengan mengambil tindakan, perusahaan dapat mengatasi kejadian lingkungan yang tampaknya tak terkendali. misalnya, beberapa perusahaan mencoba untuk menutup-nutupi kejelekan produk mereka.
Manajemen pemasaran tidak bisa selalu mengontrol kekuatan lingkungan. dalam banyak kasus, harus puas hanya menonton dan bereaksi terhadap lingkungan. misalnya, sebuah perusahaan akan memiliki keberhasilan kecil yang mencoba untuk mempengaruhi geseran geografis populasi, lingkungan ekonomi, atau nilai-nilai budaya yang besar.tetapi bila memungkinkan, manajer pemasaran cerdas mengambil proaktif daripada pendekatan reaktif untuk lingkungan pemasaran.

Khamis, 9 Oktober 2014

Hati-hati iPhone 6 Ternyata Mudah Bengkok

Hanzoh: “iPhone saya letakkan di saku saya selama beberapa jam sambil duduk. Setelah saya letakkan di meja, saya melihat refleksi yang mengganggu dari layar iPhone 6 itu,”
Pengguna iPhone 6 terkejut karena gadget generasi terbaru itu ternyata mudah bengkok saat disimpan di dalam saku. (c)daily mail
Pengguna iPhone 6 terkejut karena gadget generasi terbaru itu ternyata mudah bengkok saat disimpan di dalam saku. (c)daily mail
dyatzeve.blogspot.com –  Beberapa hari setelah diluncurkan, iPhone 6 kembali menjadi pembicaraan hangat di media sosial. Bukan hanya soal kecanggihan gadget terbaru dari Apple itu, namun smartphone yang baru dilaunching pada Jumat (19/9) lalu ternyata memiliki kelemahan yang sangat fatal. Ya, beberapa penggunanya mengeluhkan bahwa iPhone 6 mereka ternyata “fleksibel” alias mudah bengkoksaat disimpan di saku penggunanya.
“iPhone saya letakkan di saku saya selama beberapa jam sambil duduk. Setelah saya letakkan di meja, saya melihat refleksi yang mengganggu dari layar iPhone 6 itu,” kata salah satu pemilik iPhone 6 bernama Hanzoh dalam sebuah forum di media sosial sepeti dilansir Daily Mail.
Setelah dicek lebih lanjut, Hanzoh menyadari bahwa iPhone baru miliknya telah bengkok. Dia pun menyayangkan mengapa gadget terbaru ini memiliki body yang begitu tipis.
Bahkan pengguna lain yang memiliki nasib yang sama dengan Hanzo menuliskan sindiran untuk CEO Apple Tim Cook. “Hai Tim, saya sangat mencintai iPhone 6-ku. Ditambah lagi dengan layar yang fleksibel,” tulisnya.
Tentu saja yang dimaksud fleksibel oleh pengguna itu adalah layar yang mudah bengkok. Jadi bagi para pengguna lainnya lebih baik berhati-hatilah menggunakan gadget yang digadang-gadang sebagai yang tercanggih itu. (mas/jpnn)

Penyesalan Mendalam Ayah Kandung Steve Jobs

Abdulfattah John Jandali (80), imigran Muslim asal Suriah, yang juga ayah biologis salah satu pendiri perusahaan komputer Apple, Steve Jobs.
steve-job
dyatzeve.blogspot.com – Steve Jobs, sang pendiri Apple meninggal dunia pada 5 Oktober, tepat tiga tahun yang lalu. Meski demikian, kisah hidup sang maestroteknologi ini tak lekang terus diangkat.
Salah satu kisah yang sangat mengharukan datang dari sang ayah kandung Steve Jobs, Abdulfattah John Jandali. Berikut cerita lengkapnya:
Hanya satu hal yang diinginkan Abdulfattah John Jandali (80), imigran Muslim asal Suriah, yang juga ayah biologis salah satu pendiri perusahaan komputer Apple, Steve Jobs.  Keinginannya sederhana, duduk minum kopi dan berbincang-bincang dengan anak kandungnya, yang tak sempat dia kenal.
Keadaan memaksa Jandali dan ibu kandung Jobs, Joanne Schieble (sekarang Joanne Simpson), menyerahkan bayi mungil itu untuk diadopsi.
Jobs lahir di San Francisco, 24 Februari 1955, dan diadopsi pasangan Paul dan Clara Jobs tak lama setelah dilahirkan. Mereka tinggal di Lembah Silikon, kawasan industri elektronik di AS.
Sayang beribu sayang, harapan Jandali kandas menyusul kematian Jobs, Rabu (5/10.2011), di kediamannya di Palo Alto, California, akibat penyakit kanker pankreas yang lama dideritanya. Kepada surat kabar New York Post, Jandali mengaku baru tahu beberapa tahun terakhir kalau anaknya adalah “orang besar” sekaligus petinggi di perusahaan komputer bergengsi di dunia.
Walau sangat ingin bertemu, Jandali mengaku tak berani menelepon Jobs karena khawatir anak kandungnya itu salah sangka, mengira dia mengejar-ngejar Jobs yang kini terkenal dan kaya raya. Jandali berkali-kali mengirimkan surat elektronik mengajak bertemu, tetapi tak pernah berbalas. “Sekarang, saya tak punya apa-apa lagi untuk dikatakan,” ujar Jandali.
Dengan nada penyesalan, Jandali mengaku tak akan pernah menyerahkan Jobs untuk diadopsi orang jika keputusan itu ada di tangannya. Keputusan adopsi diambil ibu Jobs, Joanne, lantaran ayahnya tidak mau punya menantu imigran Suriah. Joanne terpaksa pindah ke San Francisco bersama bayinya. Pada kondisi itulah, dia memutuskan untuk melepaskan Jobs.
Berbeda dengan perlakuan Jobs kepada ayah biologisnya, visioner besar dunia itu lebih bisa menerima kembali ibu kandungnya. Dia juga “merangkul” adik kandungnya, Mona Simpson, yang baru dikenalnya setelah dewasa. Jobs mengetahui keberadaan Mona saat menelusuri masa lalunya. Nasib Mona lebih beruntung, dia lahir setelah Jandali dan Joanne menikah resmi beberapa bulan setelah Jobs diadopsi.
Mona dan Jobs berhubungan sangat erat. Jobs tak ragu menyebut Mona anggota keluarganya dan rutin meneleponnya untuk berbincang. Mona, yang juga penulis buku terkenal Anywhere but Here, mendedikasikan karyanya untuk Steve. Dia juga bahkan menulis sebuah buku lain berjudul A Regular Guy yang terinspirasi dari hubungan di antara mereka.
Boleh jadi, Jobs tak ingin anak-anaknya mengulang apa yang dahulu dia alami, terasing dari sosok ayah kandung. Pada saat-saat akhir, dia membuat biografi yang ditulis kandidat pemenang hadiah Pulitzer, Walter Isaacson. Biografi itu memang menjadi antisipasinya sebelum meninggal.
“Saya ingin anak-anak mengetahui siapa ayahnya. Saya ingin mereka tahu mengapa saya tak dapat selalu berada di dekat mereka. Saya ingin mereka tahu mengapa dan memahami apa saja yang telah saya lakukan,” ujar Jobs menjawab pertanyaan Isaacson.
Isaacson sebelumnya mengaku sangat heran, Jobs memutuskan menceritakan apa saja dalam biografinya itu. Padahal, selama ini Jobs hidup seolah pertapa, yang sangat merahasiakan kehidupan pribadinya, terutama dari media massa.
Pertanyaan dan percakapan itu disampaikan Isaacson dalam wawancara terakhir dengan Jobs di kediamannya di Palo Alto, California. Menurut Isaacson, saat terakhir bertemu di beberapa pekan lalu, Jobs tertidur meringkuk kesakitan di tempat tidurnya. “Namun, pikirannya masih sangat tajam dan nada suaranya pun masih sangat bersemangat”, tulis Isaacson dalam sebuah esai di situs web majalah Time.

Rabu, 8 Oktober 2014

Principle of Marketing kotler,Philip dan Gary Amstrong : chapter 1

Membangun hubungan yang tepat dengan pelanggan yang tepat                                                                                               
                Dimana kita p(erusahaan) harus mengelola ekuitas pelanggan dengan hati-hati. Kita  harus melihat pelanggan  sebagai aset yang perlu dikelola dengan dimaksimalkan. Tapi tidak semua pelanggan, bahkan tidak semua pelanggan setia.
                Perusahaan dapat mengklasifikasikan konsumen berdasarkan profitabilitas potensi mereka dan mengelola hubungan yang sesuai dengan mereka . Mengklasifikasikan pelanggan ke salah satu dari empat kelompok hubungan, menurut profitabilitas dan proyeksi loyalitas
                Teritip(sejenis siput) sangat loyal tetapi tidak menguntungkan. Ada  keterbatasan antara kebutuhan mereka(konsumen)  dengan apa yang di berikan perusahaan. Contohnya adalah nasabah bank yang transaksinya  lebih kecil tetapi tidak menghasilkan keuntungan yang cukup untuk menutupi biaya pemeliharaan rekening mereka. Seperti teritip pada lambung kapal, mereka membuat drag. teritip mungkin adalah pelanggan yang paling bermasalah.

Perubahan lanskap pemasaran Setiap hari
 perubahan dramatis yang terjadi di pasar. Misalnya , Richard sangat mencintai hp nya, '' lalu perubahan begitu cepat sehingga kemampuan untuk mengubah kini telah menjadi keunggulan kompetitif
Pada bagian ini, kita memeriksa tren utama dan pasukan yang mengubah lanskap pemasaran dan strategi pemasaran yang menantang.

Perubahan lingkungan ekonomi
Mulai tahun 2008, Ekonomi amerika Serikat mengalami resesi kata besar, krisis ekonomi yang menakjubkan tidak pernah di rasakan sebelumnya sejak depresi besar tahun 1930-an. Pasar saham jatuh, dan triliun dolar nilai pasar hanya menguap.
Resesi besar menyebabkan banyak konsumen  memikirkan kembali prioritas pengeluaran mereka dan mengurangi pembelian mereka. Setelah dua dekade pengeluaran melebihi anggaran, konsumen mengencangkan(menghemat) tali tas mereka dan mengubah sikap mereka untuk berbelanja. Lebih dari sekedar perubahan sementara, nilai konsumen baru dan pola konsumsi, kemungkinan akan tetap selama beberapa tahun kedepan.
Dalam menyesuaikan diri dengan ekonomi baru, perusahaan memberikan harga miring dalam upaya untuk membujuk pelanggan lebih hemat untuk membuka dompet mereka. Tantangannya adalah untuk menyeimbangkan proposisi nilai merek dengan waktu saat ini sementara juga meningkatkan ekuitas jangka panjang.
'' resesi membuat pemenang dan pecundang seperti boom '', catatan satu ekonom. '' ketika resesi berakhir, ketika tingkat off road dan dunia tampaknya penuh dengan janji, posisi Anda dalam paket kompetitif akan tergantung pada seberapa terampil Anda berhasil. Tujuan di masa ekonomi yang tidak menentu adalah untuk membangun pangsa pasar dan memperkuat hubungan pelanggan dengan mengorbankan pesaing yang lain. Misalnya, kita menawarkan harga yang lebih murah sehingga konsumen beranjak pindah ke produk kita.
                                                                                                                                                                                   Era digital 
Ledakan pertumbuhan teknologi digital secara drastis telah mengubah cara bagaimana kita berkomunikasi, berbagi informasi, belajar, toko, dan akses hiburan. Pada hakikatnya, itu memiliki dampak yang besar pada cara perusahaan membawa nilai kepada pelanggan mereka. Untuk lebih baik atau lebih buruk, memang teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita.

Pemasaran real

 Sebuah era baru konsumsi lebih masuk akal
Resesi besar 2008-2009 dan sesudahnya memukul konsumen Amerika dengan sangat keras. Perumahan The bust, mengalami krisis kredit, pengangguran yang tinggi, dan terjatuhnya pasar saham membuat  tabungan dan kepercayaan konsumen yang selama bertahun-tahun dioperasikan pada pergi sekarang. Bayar  kemudian filsafat, mengejar rumah yang lebih besar, mobil yang lebih besar, dan merek yang lebih baik.
Dalam era pasca-resesi saat ini, pendapatan dan pengeluaran konsumen yang lagi naik daun. Pergeseran perilaku bukan hanya tentang menghabiskan lebih sedikit. Meskipun kemampuan mereka mampu, tapi konsumen sekarang lebih memilih untuk memangkas kupon, dan mereka lebih sedikit menggesekkan kartu kredit, dan lebih banyak menyimppan uangnya  di bank.
Rasa sakit dari resesi besar adalah banyak konsumen  mempertimbangkan kembali definisi dari kehidupan yang baik, mengubah cara mereka berbelanja, menjual, dan hidup dalam masyarakat pasca-resesi. '' orang menemukan kebahagiaan dalam kebajikan penghematan masa dulu, melakukannya sendiri, perbaikan diri, kerja keras, iman, dan masyarakat  dalam kegiatan hubungan di luar bidang konsumen, ‘’kata john gerzema, kepala petugas wawasan untuk iklan agen muda & Rubicam, yang mempertahankan salah satu database terbesar di dunia informasi tentang sikap konsumen.
Misalnya, di maine, kartu Sindi menjamin pekerjaan suaminya contoh BPJS yang ada di indonesia, ada juga ASKES dan sebagainya. namun, karena pasangan ini memiliki dua anak di perguruan tinggi, bahkan dalam ekonomi biayanya lebih ringan, dia tetap merusak pakaiannya berusia 20 tahun untuk pengering dirinya. Itu adalah perubahan yang mencolok dari masa lalu, ketika dia akan mengambil model lama lalu membuangnya  ke tempat sampah dan memiliki yang baru yang diberikan, itu hanya akan membuang uang kita dengan sia-sia. Prinsip saya adalah “ jika kita msih bisa pakai sesuatu tersebut kenapa kita harus membuangnya dengan mengganti yang lebih baru”. Dengan bantuan dari sebuah situs web jadi si pelaku bisa mengetahui cara hidup hemat, ia menyelamatkan ratusan dolar. '' kita semua harus menemukan cara untuk hidup sesuai kemampuan kita ', katanya.
Pertumbuhan tidak hanya  untuk mendapatkan keuntungan semata Dalam beberapa tahun terakhir, pemasaran juga telah menjadi bagian utama dari strategi-strategi  untuk organisasi nirlaba, seperti perguruan tinggi, rumah sakit, museum, kebun binatang, orkestra simfoni, dan bahkan gereja. Organisasi nirlaba melakukan promosi bukan untuk mendapatkan keuntungan tapi untuk   menghadapi persaingan yang ketat dalam mendapat dukungan dan keanggotaan. Pemasaran suara dapat membantu mereka menarik keanggotaan, dana, dan dukungan.
Misalnya, tidak-untuk keuntungan st. Rumah sakit penelitian anak ini memiliki misi khusus: '' menemukan obat,  Merawat psien  anak. '' bernama amal yang paling terpercaya di negara harris interaktif, st. Jude melayani pasien anak hingga 5.700 pasien setiap tahun dan merupakan rumah sakit kanker anak di negara ini. Bahkan lebih istimewanya  adalah rumah sakit st. Jude tidak melarang perawatan menggunakan asuransi.
Instansi pemerintah juga telah menunjukkan peningkatan minat dalam pemasaran. Misalnya, militer AS memiliki rencana pemasaran untuk menarik calon ke layanan yang berbeda, dan berbagai instansi pemerintah kini merancang kampanye pemasaran sosial untuk mendorong konservasi energi dan kepedulian terhadap lingkungan atau mencegah merokok, minum berlebihan, dan penggunaan narkoba. Bahkan pelayanan pos as yang kolot sekalipun kini telah mengembangkan pemasaran yang inovatif untuk menjual perangko peringatan, mempromosikan layanan surat prioritas, dan mengangkat citranya sebagai organisasi kontemporer dan kompetitif. Dalam semua, AS pemerintah pengiklan 28 negara terbesar, dengan anggaran iklan tahunan lebih dari $ 1,1 miliar.

Globalisasi yang cepat
Ketika mereka mendefinisikan ulang hubungan pelanggan mereka, pemasar juga mengambil pikiran yang segar melihat cara di mana mereka berhubungan dengan dunia yang lebih luas di sekitar mereka. Hari ini, hampir setiap perusahaan, besar atau kecil, disentuh dalam beberapa cara oleh persaingan global. Misalnya saja sebuah toko bunga lingkungan membeli bunganya dari pembibitan Meksiko, dan besar kemungkinan kami produsen elektronik bersaing di pasar dalam negeri dengan saingan raksasa dari Korea.
                Dengan demikian, manajer di negara-negara di seluruh dunia semakin mengambil tindakan bersaing secara  global, bukan hanya lokal, pandangan perusahaan industri, pesaing, dan peluang. Mereka bertanya: apa itu pemasaran global? bagaimana cara pemasaran berbeda dalam negeri? Bagaimana pesaing global dan kekuatan mempengaruhi bisnis kami? Sampai sejauh mana kita harus '' go global ''?

Pemasaran berkelanjutan untuk panggilan tanggung jawab sosial lainnya.
Pemasar yang kembali memeriksa hubungan mereka dengan nilai-nilai dan tanggung jawab sosial dan dengan yang sangat dunia yang menopang kita. Sebagai konsumerisme dan lingkungan hidup gerakan di seluruh dunia dewasa, pemasar saat ini sedang dipanggil untuk mengembangkan praktek pemasaran yang berkelanjutan. Pelanggan saat ini mengharapkan perusahaan untuk memberikan nilai dengan cara bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Beberapa perusahaan, seperti patagonia, ben & jerry, hutan, metode, dan lain-lain, praktek kapitalisme yang peduli, Mereka membangun tanggung jawab sosial dan tindakan menjadi nilai dan misi perusahaan keterangannya.

Jadi, apa yang pemasaran? Menariknya semua bersama-sama
Empat langkah pertama dari proses pemasaran, fokus pada menciptakan nilai bagi pelanggan. Perusahaan ini pertama memperoleh pemahaman penuh pasar dengan meneliti kebutuhan pelanggan dan mengelola informasi pemasaran. Pertanyaan adlah '' konsumen apa yang akan kita layani? '", dan pertanyaan kedua '' bagaimana kita dapat melayani pelanggan sasaran? '".
Strategi pemasaran apa yang yang dipilih, perusahaan sekarang membangun program pemasaran terpadu yang terdiri dari campuran unsur-unsur bauran pemasaran empat P yang mengubah strategi pemasaran menjadi nilai nyata bagi pelanggan.
Empat langkah pertama dalam proses pemasaran menciptakan nilai bagi pelanggan. Pada langkah sirip, perusahaan menuai ganjaran dari hubungan pelanggan yang kuat dengan menangkap nilai dari pelanggan yaitu keuntungan yang kita dapat dari mereka.
Akhirnya, dalam menghadapi pemandangan berubah pemasaran saat ini, perusahaan harus memperhitungkan tiga faktor tambahan. Dalam membangun pelanggan dan hubungan mitra, harus memanfaatkan teknologi pemasaran, memanfaatkan peluang global, dan memastikan bahwa tindakan dengan cara yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial.

Meninjau tujuan dan istilah kunci                                

Objective 1
Tentukan pemasaran dan menguraikan langkah-langkah dalam pemasaran
                Pemasaran adalah proses dimana perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan hubungan untuk menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalan.
                Proses pemasaran meliputi lima langkah. Empat langkah pertama menciptakan nilai bagi pelanggan. Pertama, pemasar harus memahami pasar dan pelanggan kebutuhan dan keinginan. Selanjutnya, pemasar merancang strategi pemasaran berorientasi pelanggan dengan tujuan mendapatkan, menjaga, dan berkembang target pelanggan. Pada langkah ketiga, pemasar membangun program pemasaran yang benar-benar memberikan nilai yang superior. Semua langkah ini membentuk dasar .  keempat, membangun hubungan yang menguntungkan pelanggan dan menciptakan pelanggan senang. Pada langkah terakhir, perusahaan menuai ganjaran dari hubungan pelanggan yang kuat dengan menangkap nilai dari pelanggan.

Objective 2
Jelaskan pentingnya memahami pelanggan pasar dan mengidentifikasi lima konsep pasar inti.
                Perusahaan pemasaran yang luar biasa berusaha keras untuk mempelajari dan memahami kebutuhan pelanggan mereka, mau, dan tuntutan. Pemahaman ini membantu mereka untuk merancang penawaran pasar ingin-memuaskan dan membangun hubungan pelanggan yang sarat nilai dimana mereka dapat menangkap nilai seumur hidup pelanggan dan bagian yang lebih besar dari pelanggan.
                Konsep pasar inti kebutuhan, keinginan, dan permintaan: persembahan pasar (produk, layanan, dan pengalaman) nilai dan kepuasan: pertukaran dan hubungan: dan pasar. Keinginan adalah dari diambil oleh kebutuhan manusia ketika dibentuk oleh budaya dan kepribadian individu. Ketika didukung oleh daya beli, keinginan menjadi tuntutan. Perusahaan memenuhi kebutuhan dengan menempatkan sebagainya proposisi nilai, satu set manfaat yang mereka berjanji untuk konsumen untuk memenuhi kebutuhan mereka. Proposisi nilai terpenuhi melalui penawaran pasar, yang memberikan nilai pelanggan dan kepuasan, sehingga hubungan pertukaran jangka panjang dengan pelanggan.

Objective 3
Mengidentifikasi elemen kunci dari strategi pemasaran berorientasi pelanggan dan mendiskusikan orientasi manajemen pemasaran yang memandu strategi pemasaran.
                Untuk merancang strategi pemasaran yang menang, perusahaan harus terlebih dahulu memutuskan siapa yang akan dilayaninya. Hal ini dilakukan dengan membagi pasar ke dalam segmen pelanggan dan memilih segmen mana yang akan melayani pelanggan yang ditargetkan.
                Manajemen pemasaran dapat mengadopsi salah satu dari lima bersaing orientasi pasar. Konsep produksi menyatakan bahwa tugas manajemen adalah meningkatkan efisiensi produksi dan menurunkan harga. Konsep produk menyatakan bahwa konsumen memilih produk-produk yang menawarkan paling kualitas, kinerja, dan fitur-fitur inovatif: dengan demikian, upaya promosi sedikit diperlukan. Konsep penjualan menyatakan bahwa konsumen tidak akan membeli cukup produk organisasi kecuali melakukan upaya penjualan dan promosi besar-besaran. Konsep pemasaran sosial menyatakan bahwa kepuasan pelanggan menghasilkan dan kesejahteraan melalui strategi pemasaran sosial yang berkelanjutan jangka panjang adalah kunci untuk kedua mencapai tujuan perusahaan dan memenuhi tanggung jawabnya.

Objective 4
Diskusikan strategi hubungan pelanggan untuk menciptakan nilai bagi pelanggan dan menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalan.
                Didefinisikan secara luas, manajemen hubungan pelanggan adalah proses membangun dan memelihara hubungan yang menguntungkan pelanggan dengan memberikan nilai pelanggan yang unggul dan kepuasan.


Sumber:
kotler,Philip dan Gary Amstrong.2014.Prinsip-Prinsip Pemasaran.edisi 15.Jakrta: Erlangga